|
.. |
2009-07-22
- Pabrik Besi dan Baja Mulai Berguguran
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pabrik-pabrik besi dan baja mulai berguguran akibat terkena dampak krisis ekonomi global. Sumber dari dunia industri ini mengugnkapkan, dua pabrik skala nasional yaitu Jakarta Kyoei Steel dan Blue Scope Indonesia terpaksa menghentikan produksinya. Penyebabnya, kesulitan bahan baku, biaya produksi tinggi dan kesulitan likuiditas. "Industri besi dan baja mesti segera diselamatkan," kata sumber tersebut kepada Tempo, Senin (9/2).
Menurut sumber itu, empat perusahaan juga sudah menurunkan produksinya. Antara lain, Essar Indonesia produksi turun sekitar 50 persen, Ispatindo produksi turun sekitar 40 persen, Gunung Garuda produksi turun sekitar 60-70 persen, dan Master Steel utilisasi hanya sepertiga dari kapasitas produksi.
Saat dikonfirmasi, Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia atau Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), Hidajat Triseputro menolak berkomentar. "Saya tidak bisa menyebutkan nama-nama perusahaannya," kata Hidajat.
Namun, menurut Hidajat, saat ini utilisasi industri baja nasional tinggal 20 sampai 40 persen. "Kami berharap pemerintah bisa melindungi industri nasional. Amerika saja sudah melakukan kebijakan itu," ujarnya.
Sampai saat ini, sudah 14 pabrik paku yang tutup karena serbuan barang impor ilegal, akibat krisis ekonomi global.
Nieke Indrietta.
Sumber : TEMPO Interaktif
Back To TOP
|